Bunga Tapak Dara Sebagai Tanaman Hias dan Obat Alternatif

BAB I

 

I. PENDAHULUAN

 

BUNGA TAPAK DARA

 

Tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tumbuhan terna menahun dari famili Apocynaceae (kamboja-kambojaan). Tanaman yang berasal dari Amerika Tengah ini dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 800m dpl.  

http://www.sinarharapan.co.id

 

Pokok bunga Tapak Dara adalah pokok yang di anggap beracun dengan 5 bahan aktif. Keracunan pokok bunga Tapak Dara menunjukkan tanda-tanda seperti demam, loya dan muntah-muntah dalam 24 jam. http://id.wikipedia.org/wiki/. Tapak dara juga menyimpan rahasia pengobatan alternatif dan terdapat juga resep penyakit. Seperti Kanker Kanker payudara, kanker rahim, anemia, asma dan bronkhitis batu ginjal, bisul, diabetes, hipertensi, leukemia, tangan gemetar. http://embundaun.wordpress.com. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis) bahan: 10 – 16 lembar daun tapakdara. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh. http://alfathya.multiply.com

 

          Di tiap-tiap daerah nama tapak dara berbeda-beda. Di Jawa, misalnya, orang menyebutnya sebagai kembang tembaga, pakurame, tapak doro, dan bunga serdadu. Di Sumatera orang menyebutnya dengan ruru-ruru dan rumput jalang. Sedangkan masyarakat Sulawesi menyebutnya dengan naula sindapor, sementara masyarakat Maluku menyebutnya usia. Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. http://embundaun.wordpress.com                                                                                          

 

1.2 CIRI-CIRI TAPAK DARA

 

Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji. http://www.iptek.net.id

 

            Untuk mengatasi kanker, 15 gram tapak dara segar, 30 sampai 60 gram daun pepaya segar, 30 gram daun bayam merah, 30 gram rumput mutiara, direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan ditambahkan madu, diminum tiga kali sehari sebanyak 100 cc (tetap konsultasi ke dokter). http://www.pandaisikek.net/

 

Tapak dara biasanya diperbanyak dengan bijinya yang lembut. Caranya, sediakan biji-biji yang tua, lalu semaikan pada suatu tempat persemaian. Masukkan biji ke dalam tanah, lalu tutup dengan lapisan tanah setipis tebal bijinya. Rajinlah menyiram. Bila biji-biji mulai tumbuh, dan tingginya sudah mencapai sekitar 15 – 20 cm. Jika ingin ditanam dalam pot, tentu perlu disiapkan pot dan media tanamnya. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, kompos, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1). Bibit langsung ditanam, dan setelah itu diletakkan di tempat teduh. Seminggu kemudian, ditempatkan di tempat terbuka. Jika ingin ditanam di kebun pekarangan, perlu dibuat lubang tanah berukuran 15 x 151 x 15 cm, dengan jarak di antara lubang 50 cm. Tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 kg. Masukkan bibit ke dalam lubang, lalu timbun dengan tanah, dan siram. http://www.wordpress.com

 

 

BAB II

 

2.1 PENGOBATAN HERBA BUNGA TAPAK DARA

 

Konsep pengobatan Herba berbeda dengan konsep pengobatan modern. llmu pengobatan modern memandang bahwa penyebab penyakit adalah kuman, bakteri, atau virus. Maka jika seseorang diserang kuman, bakteri, atau virus, therapy pengobatannya adalah membunuhnya menggunakan antibiotika atau obat lainnya. Sementara, ilmu pengobatan herba memandang bahwa penyebab penyakit bukanlah disebabkan oleh kuman, bakteri atau virus. Alasannya karena kuman, bakteri atau virus ada di mana-mana dan sangat mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman ataupun pernafasan. Dan yang menyebabkan seseorang menjadi sakit adalah karena imunitas atau daya tahan tubuh orang tersebut lemah. Jika daya tahan tubuhnya kuat, maka ia tidak akan terserang oleh penyakit. http://www.freewebs.com

 

Herba tapak dara mengandung komponen antikanker, yaitu alkaloid seperti vincaleukoblastine, leurocristine, leurosin, vinkadiolin, leurosidin, katarantin. Alkaloid yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) seperti leurosin, katarantin, locherin, tetrahidroalstonin, vindolin, vindolinin. Akarnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin. http://www.warintek.ristek.go.id

 

Herbal tapak dara mempunyai kandungan kimia yang sangat banyak, bahkan tercatat lebih dari 70 macam alkaloid yang terdapat pada akar, batang, daun dan biji. Pada tapak dara terdapat alkaloid sebagai antikanker. Tanaman tapak dara mempunyai sifat sebagai antikanker, sitostatika, hiposentif, penenang, menyejukkan darah, menghentikan pendarahan,acute lymphocytic leukimia, hipertensi, kencing manis dan pendarahan akibat penurunan jumlah leukosit. http://www.pernikmuslim.com

Gambar 4 herba tapak dara

 

 

Vinblastin: turunnya jumlah sel darah putih (leucopenia) dan kembali normal setelah 1–2 minggu obat dihentikan, tidak napsu makan, mual, muntah, sulit buang air besar, dan gangguan neurologis seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensasi yang abnormal dan kehilangan reflek dalam. Vinkristin bermanifestasi pada sistem saraf dengan gejala sensasi abnormal, kebas pada tungkai, rasa sakit, lemah, kehilangan refleks dalam, gangguan pergerakan, kelumpuhan kelopak mata (ptosis), penglihatan dobel diplopia), serak, dan botak (alopesia). Juga terjadi hambatan pada sistem pembuatan sel darah, hemoglobin, dan platelet. Sel darah putih menurun 1–2 mg setelah pemakaian obat. http://www.geocities.com

 

2.2 WASPADA TERHADAP VIRUS MOSAIK KETIMUN DAPAT MENYERANG      TAPAK DARA

 

Salah satu hambatan untuk meningkatkan mutu adalah adanya kerusakan yang disebabkan oleh penyakit virus mosaik ketimun (CMV = Cucumber Mosaic Virus). Dalam usaha tani tanaman hias khususnya tanaman tapak dara, virus tanaman seperti virus mosaik ketimun merupakan salah satu penyakit yang belum banyak diperhitungkan jika dibandingkan dengan penyakit tanaman lainnya seperti cendawan dan bakteri. Hal ini disebabkan karena walaupun infeksi virus dapat menyebabkan tanaman tidak menghasilkan, bahkan mematikan, akan tetapi kadang-kadang serangan tidak serentak, sehingga seolah-olah kerugian tidak begitu dirasakan. http://wuryan.wordpress.com

 

2.3 GEJALA VIRUS MOSAIK KETIMUN PADA BUNGA TAPAK DARA

 

Gejala yang tampak pada tanaman tapak dara yang terinfeksi CMV bervariasi tergantung berat atau lemahnya jenis virus yang menyerang. Pada tanaman tapak dara yang bergejala berat daun-daun tampak mosaik hijau, karena distribusi perkembangan hijau daun yang tidak merata yang disebabkan oleh perkembangan virus. Kadang-kadang terjadi malformasi dengan bentuk daun yang tumbuh tidak normal atau bentuknya seperti menggulung. Lebih parah lagi jika bentuk dan warna bunga tidak normal. Pada tanaman tapak dara yang bergejala ringan atau lemah daun-daun tampak mosaik hijau lemah dan bentuk bunga masih normal. http://www.blog.indonesia.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Published in: on 27 Januari 2009 at 06:29  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://internazzionale.wordpress.com/2009/01/27/bunga-tapak-dara-sebagai-tanaman-hias-dan-obat-alternatif/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: