kereta api

SEJARAH KERETA API

[KIT+314-36+(82).jpg]

KERETA API

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara. http://duniagus.blogspot.com

Di tahun 1815, lokomotif uap temuan George Stephenson berjalan diatas jalur antar rel selebar 1,42m (4ft 8in) . Kemudian dia menambahkan 1,3 cm (1/2 inchi) pada lebar jalur. Lebar inilah yang menjadi ukuran standar saat ini (1,44m or 4ft 8 1/2 in).
Pada bulan Desember 1830, the Best Friend of Charleston, menarik sebuah kepala kereta diatas jalur kereta api di Carolina Selatan, dalam rangka memperkenalkan jalur kereta api di Amerika
Lokomotif pertama buatan Amerika adalah Tom Thumb, yang dibuat oleh Peter Cooper.
Di tahun 1888, Frank J. Sprague menyelesaikan jalur kereta api listrik yang pertama dengan panjang 19 km (12 miles) di Richmond, Virginia. Tetapi, lokomotif listriknya sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1895.
Kereta bermesin diesel yang pertama berjalan ditahun 1925. Kereta diesel yang paling cepat di dunia adalah TEP80 buatan Rusia, dapat melaju dengan kecepatan 273 km/jam (147 mph).
Kereta TGV 001 buatan Perancis, menggunakan tenaga turbin gas,dapat melaju dengan kecepatan paling tinggi 318 km/jam (198 mph) pada tanggal 8 Desember 1972.
Kereta TGV Atlantique dapat mencapai kecepatan 515 km/jam (321,8 mph) pada tanggal 18 Mei 1990.
Pada bulan April 1999, kereta Maglev 5 mesin buatan Jepang mencatat rekor dunia dengan kecepatan 552 km/jam (345 mph).
Kata lokomotif digunakan bila mesin tenaganya dapat dipisahkan dari gerbongnya. http://macsman.wordpress.com

NAMA Lawang Sewu memang tak asing lagi bagi warga Kota Semarang. Bangunan bersejarah tersebut merupakan salah satu tetenger kota, selain Tugu Muda, Museum Mandala Bhakti, Pasar Bulu, dan Balai Kota.

Namun Lawang Sewu tak hanya terkait dengan peristiwa heroik pertempuran lima hari. Lebih dari itu, bangunan unik tersebut tak bisa terlepas dari sejarah perkeretapian di Indonesia.

Menurut rangkuman sejarah yang disusun PT KA, semula Lawang Sewu milik NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS), yang merupakan cikal bakal perkeretapian di Indonesia. Saat itu ibu kota negeri jajahan ini memang berada di Jakarta. Namun pembangunan kereta api dimulai di Semarang.

Jalur pertama yang dilayani saat itu adalah Semarang – Yogyakarta. Pembangunan jalur itu dimulai 17 Juni 1864, ditandai dengan pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Sloet van Den Beele. Tiga tahun kemudian, yaitu 19 Juli 1868 kereta api yang mengangkut penumpang umum sudah melayani jalur sejauh 25 km dari Semarang ke Tanggung.http://www.arsitekturindis.com

 

Sejarah perkeretaapian sama seperti sejarah alat transportasi umumnya yang diawali dengan penemuan roda. Mulanya dikenal kereta kuda yang hanya terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta kuda yang menarik lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel) dan dinamakan sepur. Ini digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.

Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap. Orang-orang menyebut kendaraan itu sebagai kuda besi. Kemudian Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkannya pada pertunjukan di depan masyarakat umum. George Stephenson menyempurnakan lokomotif yang memenangi perlombaan balap lokomotif dan digunakan di jalur LiverpoolManchester. Waktu itu lokomotif uap yang digunakan berkonstruksi belalang. Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik kereta lebih banyak.

Penemuan listrik oleh Michael Faraday membuat beberapa penemuan peralatan listrik yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik kemudian digunakan untuk membuat trem listrik yang merupakan cikal bakal kereta api listrik. Kemudian Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel yang lebih bertenaga dan lebih efisien dibandingkan dengan lokomotif uap. Seiring dengan berkembangnya teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta api magnet yang memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa. Jepang dalam waktu dekade 1960-an mengoperasikan KA Super Ekspress Shinkanzen dengan rute TokyoOsaka yang akhirnya dikembangkan lagi sehingga menjangkau hampir seluruh Jepang. Kemudian Perancis mengoperasikan kereta api serupa dengan nama TGV. http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api

 

JENIS-JENIS KERETA API


Jus ... jus ... kereto lewat Kereta uap nostalgia menjadi
bisnis besar yang menguntungkan
dengan menjual rute-rute tertentu,
seperti West Highland Line di Skotlandia ini.
(Repro: Train Journey Of The World).
Kereta api sudah melayani manusia jauh sebelum mobil ditemukan. Dulu sempat populer, tetapi dalam periode waktu tertentu “kuda besi” itu kalah dengan jenis angkutan lainnya. Salah satu kendalanya karena harus memiliki jalur khusus. Namun, ketepatan, kecepatan, dan daya angkutnya yang besar membuat kereta api dilirik kembali untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar. Salah satu yang patut dicontoh adalah Jepang sampai-sampai kereta api menjadi bagian dari budaya bangsa itu. Tanggal 14 Juni 1842, Ratu Victoria menulis surat dari Istana Buckingham, London. “Kami tiba di sini kemarin pagi menggunakan kereta api dari Istana Windsor dengan waktu tempuh setengah jam, bebas dari debu, kemacetan, dan panas. Saya sangat terpesona olehnya.”Sejak itu, Ratu menjadi pendukung antusias terhadap berkembangnya perkeretaapian di Inggris. Padahal Ratu sendiri takut dengan kecepatan tinggi. Karena itu ia selalu meminta dengan sangat agar penunjuk kecepatan kereta kerajaan tidak pernah menyentuh angka 40 mil per jam (65 km per jam). http://klipingut.wordpress.com

 

Kereta konvensional
Kereta konvensional di Stasiun Jakarta Kota

Kereta api rel konvensional adalah kereta api yang umum dijumpai. Menggunakan rel yang terdiri dari dua batang besi yang diletakan di bantalan. Di daerah tertentu yang memliki tingkat ketinggian curam, digunakan rel bergerigi yang diletakkan di tengah tengah rel tersebut serta menggunakan lokomotif khusus yang memiliki roda gigi. http://wapedia.com

KA dipilih sebagai alternatif karena memiliki daya angkut penumpang yang jauh lebih besar dibandingkan bus. “Jadi, cara perhitungan akan menjadi lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar minyak dan juga mengurangi tingkat polusi di Ibu Kota yang semakin parah. Salah satu cara yang bakal ditempuh adalah mengganti transportasi umum berbasis bus, dengan transportasi berbasis rel, misalnya kereta api bawah tanah (subway).
http://www.kompas.com

 

Lihat gambar ukuran penuhKL Monoreil merupakan salah satu sistem jaringan transportasi kereta api terpadu yang selesai dibangun pada Maret 2003. Monorel kini menjadi kebanggaan Malaysia.Pengoperasian angkutan massal umum yang satu ini diresmikan Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohamad ketika itu. Baru satu hari beroperasi monorel ini sudah mencatat rekor penumpang: 8.000 orang terangkut. Dan kini, sudah melewati angka satu juta penumpang yang terangkut. Penumpang kesatu juta di dapat hanya dalam waktu dua bulan operasi. http://www.sinarharapan.com

 

 

Published in: on 27 Januari 2009 at 03:15  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://internazzionale.wordpress.com/2009/01/27/kereta-api/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: